Pintudaerah.com – Hari setiap kali berganti, serasa tak ada yang kita sadari. Kita tak sadar begitu cepat detik jam berputar sehingga cukup 24 Jam.

Padahal setiap detik dari tarikan nafas kita adalah ibadah. Hari berganti minggu tak terasa begitu cepat hari berputar menuju seminggu, tak terasa ahad ini kita masih senyum, bisa masih ceria, kemudian jumpa ahad beikutnya kita tetap juga tak memulai sadari diri, betapa cepat perputaran tujuh hari itu.

Minggu berputar menjadi bulan, begitu cepat hari demi hari berkumpul menjadi 30 bahkan 31 hari. Kadang kita tak sadari begitu cepat minggu berganti bulan. Kemarin petang bulan Desember tak sadar hari ini sudah memasuki bulan Januari.

Bulan terus berputar, tak pernah dia hiraukan kita, dia terus berlaju, berputar tak pernah berhenti, sehingga tibalah tahun dalam hitungan 12 bulan. Yang kadang bahkan sering kita lengah, lalai, tiba-tiba baru sadar sudah sampai di penghujung tahun. Pantasan Allah bersumpah dengan segala dimensi waktu:

Demi Fajar menyingsing [والفجر]

Allah ingatkan kita untuk sadar bahwa kita masih diberi kesempatan hidup berguna di pagi awal kehidupan manusia setelah tidur sepanjang malam.

Demi sepenggalah naiknya matahari pagi hari [والضحى]: Allah mengetuk mata batin kita untuk sadar bahwa kita sudah berada di atas kehidupan yang tidak lagi berresiko, pagi laksana anak-anak kecil yang masih ceria tanpa dosa, Waktu Dhuha mengajak ke kehidupan remaja, pemuda untuk siap menyongsong kedewasaan hidup.

Demi sepanjang hari [والنهار]، demi siang

Allah mengungatkan kita akan kehidupan siang yang banyak dinamika dan dialektikanya. Kehidupan manusia yang dilaluinya sepanjang hari akan menentukan kehidupannya di sepanjang waktunya.
Waktu siang adalah waktu duniawi, untuk mencari materi kehidupan agar tenteram di sepanjang malamnya. Siang menegur kita untuk terus terjaga dalam keinsafan, terpelihara dalam segala kemaksiatan duniawi.

Demi sang malam yang menenggelamkan siang. [واليل].

Sang Malam menegur kita untuk sadar akan kehidupan yang gelap gulita tanpa cahaya. Kehidupan akan hampa tanpa cahaya penerang. Malam akan gelap tanpa percikan cahaya gemerlap bintang gemintang, atau cahaya redup hilal awal bulan, atau terangnya bulan purnama.

Baca Juga:  Kumpulan Quotes Motivasi dari Para Alim Ulama

Inilah isyarat malam bagi kehidupan kita. Hidup tanpa cahaya ilahi, tak berarti apa-apa. Hidup tanpa cahaya imani, hidup tak terkendali. Hidup tanpa cahaya qur’ani, jalan tak tentu arah. Hidup tanpa cahaya ihsani, etika, budi pekerti baik tak akan pernah menyertai. Maka demi malam dengan segala dimensinya.

Demi Bulan yang mengitari matahari, menyinari bumi [والقمر].

Allah selalu menegur kita untuk selalu sadar akan kehidupan selalu silih berganti. Pergantian siang, pernahkah kita sadari bahwa kita telah memberi arti bagi orang lain, pergantian malam, pernahkah kita menyucikan batin qalbu ini dengan bermunajat ibadah di pertengahan akhir malam، kala insani terbuai mimpi dalam lelap tidurnya.

Demi Matahari yang menampakkan cahayanya di pagi siang hari [والشمس]

Siang malam terus berputar, berputar dengan putaran matahari, yang mengisyaratkan kita untuk sampai pada bilangan tahun, windu, dasawarsa, abad, milenial, dan seterusnya. Matahari memberi pelajaran untuk kita terus tak berhenti memberi makna dan arti kepada siapa saja, dan ke apa saja.

Matahari sering menegur kita karena kita sering lupa bahagia setiap pagi dan petang, matahari terbit semua orang senang melihat bahkan berselfi ria saat matahari terbit [sunrise], artinya kita harus terus memulai hidup ini dengan senyum bahagia.

Baca Juga:  Kumpulan Quotes Motivasi dari Para Alim Ulama

Begitupun saat matahari terbenam, kita tetap optimis bahwa kehidupan kita akan lebih baik dan lebih bermakna. Matahari menegur kita, bahwa seberat apapun kehidupan sepanjang hari itu, masih tersimpan asa bahagia di penghujung waktu. Laksana matahari kian akan tenggelam, terlihat indah dan semua mengharap indahnya matahari saat tenggelam membawa asa bahagia sepeninggalnya.

Itulah kehidupan. Muara semua dimensi waktu itu adalah tersimpul dalam ungkapan Allah swt. Dengan sumpah dalam segala dimensinya itulah [والعصر].

Demi masa, demi kesempatan, demi peluang, demi waktu, demi situasi, demi segala waktu. Ini isyarat agar kita semua sadari bahwa waktu begitu berharga dan bernilai. Hanya Orang yang beriman, orang yang beramal shaleh, orang yang selalu tegur sapa dalam kebaikan, orang yang selalu memotivasi dalam kesabaran. Itulah hamba Allah yang bisa mengarifi dan mengambil pelajaran penting dari perubahan waktu, pagi, dhuha, siang, malam, minggu, bulan dan tahun.

SELAMAT TAHUN BARU 2023 M. SEMOGA KEBAIKAN SEPANJANG TAHUN SELALU MENYERTAI KITA. AMIN. Jempong, Mataram. 1 Januari 2023 M.
H. Fahrurrozi Dahlan Asnawi Said.